Bingung memilih antara Data Analyst dan System Analyst? Kenali perbedaan peran, materi, dan siapa yang cocok, lalu ikuti training dan sertifikasi BNSP bersama SCS Mikroskil.
Dunia IT punya banyak jalur karier, dan dua di antaranya sering membuat orang bingung: Data Analyst dan System Analyst. Keduanya sama-sama bekerja dengan kebutuhan bisnis dan teknologi, tetapi fokusnya berbeda. Artikel ini membantu kamu memahami perbedaannya, supaya bisa memilih program yang paling sesuai.
Apa Itu Data Analyst?
Data Analyst membantu organisasi mengambil keputusan berdasarkan data. Pekerjaannya dimulai dari memahami kebutuhan data untuk proses bisnis, mengumpulkan dan memvalidasi data, menentukan objek data yang dianalisis, lalu menyajikan hasilnya dalam bentuk laporan yang mudah dipahami.
Di program Training & Sertifikasi Data Analyst, kamu akan mempelajari:
- Identifikasi kebutuhan data untuk proses bisnis
- Pengumpulan, penelaahan, dan validasi data
- Penentuan objek data untuk analisis
- Business intelligence
- Penyusunan laporan hasil analisis
Apa Itu System Analyst?
System Analyst menjadi penghubung antara kebutuhan pengguna atau bisnis dengan tim yang membangun sistem. Ia menggali kebutuhan, mendokumentasikannya dengan jelas, memastikan spesifikasi sudah tepat, dan merancang arsitektur perangkat lunaknya.
Di program Training & Sertifikasi System Analyst, kamu akan mempelajari:
- Metodologi pengembangan perangkat lunak
- Identifikasi sumber kebutuhan, teknik elisitasi, klasifikasi, dan negosiasi kebutuhan
- Penyusunan dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak (SRS)
- Review dan validasi spesifikasi, termasuk user acceptance test
- Desain arsitektur perangkat lunak
Perbandingan Singkat
| Data Analyst | System Analyst | |
|---|---|---|
| Fokus utama | Mengolah dan menganalisis data | Merancang dan menspesifikasikan sistem |
| Hasil kerja | Laporan hasil analisis | Dokumen spesifikasi kebutuhan (SRS) dan desain arsitektur |
| Pertanyaan yang dijawab | “Apa yang data ini katakan?” | “Sistem seperti apa yang dibutuhkan?” |
Mana yang Cocok untuk Kamu?
Data Analyst cocok kalau kamu senang menemukan pola, teliti dengan angka, dan suka menyampaikan temuan dalam bentuk laporan atau visual.
System Analyst cocok kalau kamu senang berdiskusi dengan banyak pihak, mengubah kebutuhan yang masih samar menjadi rancangan yang jelas, dan berpikir secara terstruktur tentang cara kerja sebuah sistem.
Belum yakin? Tanyakan pada dirimu: apakah kamu lebih tertarik pada apa yang bisa dipelajari dari data, atau pada bagaimana sebuah sistem seharusnya dibangun? Jawabannya biasanya menunjukkan arahnya.
Sertifikasi BNSP Level 6 Bersama LSP Informatika
Kedua program ini diselenggarakan oleh School of Continuing Study Universitas Mikroskil bersama LSP Informatika, dan berujung pada Sertifikat Kompetensi BNSP Level 6. Selain pelatihan, kamu mengikuti praktik, studi kasus, dan simulasi, lalu uji kompetensi di TUK Mikroskil. Peserta dari luar Medan bisa mengikuti secara online.
Jadwal
- Pelatihan: Senin, 25 – 27 Januari 2027
- Asesmen (uji kompetensi): Sabtu, 30 Januari 2027
- Batas pendaftaran: Jumat, 22 Januari 2027
Biaya
- Data Analyst: Rp3.800.000 (training + sertifikasi) atau Rp1.800.000 (sertifikasi saja)
- System Analyst: Rp3.500.000 (training + sertifikasi) atau Rp1.500.000 (sertifikasi saja)
Daftar Sekarang
Sudah menemukan pilihanmu? Daftar melalui Google Form di https://bit.ly/daftar-sada-2026. Setelah mendaftar, pembayaran dan kelengkapan dokumen diproses melalui WhatsApp.
Ingin melihat detail masing-masing program? Kunjungi halaman Training & Sertifikasi Data Analyst dan Training & Sertifikasi System Analyst.

